( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

SAMWER BROTHERS: BESARKAN ROCKET INTERNET DARI JERMAN UNTUK KUASAI DUNIA

Senin, Oktober 19th 2015.
SAMWER BROTHERS BESARKAN ROCKET INTERNET DARI JERMAN UNTUK KUASAI DUNIA

Marc, Oliver, dan Alexander Samwer adalah tiga bersaudara asal Jerman yang kini menjalankan Rocket Internet, sebuah inkubator startup. [Kredit: iamwire.com]

Marc, Oliver, dan Alexander Samwer adalah tiga bersaudara asal Jerman yang kini menjalankan Rocket Internet, sebuah inkubator startup. Agresivitas tiga bersaudara Samwer dan Rocket Internet-nya menjadi pembicaraan. Bagi penggila inovasi, mereka dicap sebagai pabrik kloning berbagai perusahaan layanan teknologi asal AS.

Bagi yang berorientasi kerja, mereka adalah eksekutor andal, cepat, dan agresif. Meski sebenarnya, bukan mereka saja yang mengkloning ide inovatif startup AS. Namun, dalam satu dua kasus, mereka memang mencontek habis startup yang ditiru, mulai layanan yang disediakan hingga tampilan situs. Dalam kasus ini adalah kloning yang mereka lakukan terhadap Fab.com lewat Bamarang.

“[Untuk] contoh bisnis terbaik, kami lihat dari AS dan Asia. Selanjutnya, perlu banyak komponen dan terutama eksekusi yang bagus untuk membuatnya menjadi bisnis yang berjalan,” terang Marc Samwer dalam sebuah wawancara yang dilakukan TechCrunch.

Rocket Internet kini mengendalikan lebih dari 140 perusahaan di 100+ negara dengan lebih dari 25 ribu pekerja dan nilai perusahaan gabungan mencapai lebih dari US$4 miliar. Perusahaan mereka tersebar di Eropa, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, mereka eksis lewat Lazada (yang baru diakuisisi Alibaba), Zalora, Lamudi, Carmudi, dan Foodpanda.

Mendapat predikat penjiplak, Oliver berpendapat bahwa mereka adalah lebih cenderung sebagai execution entrepreneurs ketimbang pioneering entrepreneurs. Alasannya, “Kami mungkin diberi kelebihan yang sangat baik dalam hal eksekusi, sementara yang lain mendapat kelebihan untuk inovasi mereka,” ujarnya kepada BusinessWeek.

Samwer Brothers: Besarkan Rocket Internet dari Jerman untuk Kuasai Dunia

Beberapa nama startup dari 140-an perusahaan yang dimiliki dan dikelola Rocket Internet di seluruh dunia.

Wajah Baru Eropa

Samwer bersaudara memulai bisnis internet mereka delapan belas tahun lalu, di era internet bubble pertama.

Pada tahun 1998, mereka terbang ke Mountain View, California, AS. Mereka magang di berbagai perusahaan teknologi. Dari situ mereka belajar bagaimana menggali ide, mendapatkan pendanaan, memulai bisnis, dan membesarkannya.

Mereka lalu sadar bahwa mereka bisa mengembangkan sebuah perusahaan e-commerce serupa eBay di Jerman. Saat itu di Jerman hanya ada beberapa perusahaan internet dan venture capital. Namun potensinya besar: melimpahnya pengguna internet berkantong tebal. Kembali ke Jerman, mereka mengkloning model bisnis eBay dengan meluncurkan Alando di awal 1999.

Keuletan mereka terbukti. Empat bulan setelah diluncurkan, Alando dibeli eBay USD$53 juta. Samwer bersaudara pun menjadi miliuner Jerman pertama. Berhasil dengan Alando, langkah serupa mereka lakukan dengan CityDeal, perusahaan daily deals yang kemudian mereka jual ke Groupon.

CEO Groupon saat itu, Andrew Mason, memuji Samwer Bersaudara, “Apa yang harus disadari oleh orang-orang bahwa ide adalah bagian yang mudah. Sementara eksekusi adalah bagian tersulitnya. Marc dan Oliver adalah operator terbaik yang pernah saya temui—they’re just inhuman,” demikian diungkapnya kepada Wired.

Keberhasilan Samwers Bersaudara ini bukan hanya membuat para pemuda Jerman bersemangat menjadi entrepreneur. Namun ada juga gelombang kekhawatiran bahwa model bisnis kloning mereka akan diikuti dan menjadi reputasi buruk bagi lingkungan startup Jerman

Dukungan Terbaik

Lewat Rocket Internet, Samwer bersaudara mulai membangun kerajaan perusahaan internet mereka sendiri.

Menginkubasi perusahaan internet dalam istilah Rocket Internet berarti meluncurkan startup, menggaji pekerjanya, menyediakan strategi marketing, rancangan situs, pengoptimalan mesin pencari, dan manajemen dari hari-kehari yang diperlukan oleh startup itu hingga ia sanggup berdiri sendiri.

“Kami tak hanya berinvestasi uang. Kami selalu ingin membantu dan mendukung. Kami selalu terbuka, call me for anything problem you have,” terang Marc.

Dalam menjalankan usahanya, Samwer bersaudara juga dikenal keras.

Dalam sebuah surat kepada pekerjanya yang bocor ke TechCrunch di akhir 2011, Oliver mendeskripsikan bahwa dalam menjalankan bisnis ini, ia rela mati untuk sukses. Untuk itu, ia menuntut hal yang sama dari para pekerjanya dan menandatangani ini dengan darah mereka. Pernyataan ini lantas menuai banyak kecaman, yang membuat mereka meminta maaf kepada publik kemudian.

Selain itu, dalam menjalankan bisnisnya, Samwer bersaudara juga mempekerjakan orang-orang terbaik untuk menjalankan perusahaannya. Hal ini juga diakui Hadi Kuncoro yang pernah menjadi Direktur Operasional Zalora Indonesia. “They hire the best people in the country,” tuturnya.

Selain itu, dalam sebuah sharing session seperti ditulis StartupBisnis.com, Stefan Jung menyebutkan bahwa kriteria founder Rocket Internet adalah mereka yang sudah bekerja di perusahaan multinasional (seperti McKinsey) di atas lima tahun. Dengan pengalaman dan tuntutan yang demikian besar, Rocket Internet memang menggaji karyawannya dengan baik.

Melokalkan Layanan

Intensif dan fokus pada operasional, cepat, dan memilih founder lokal dari orang-orang dengan latar bervariasi: muda, cerdas, dan berjiwa entrepreneur. Samwer bersaudara juga memberikan mereka banyak kebebasan dan tanggung jawab untuk beradaptasi dengan pasar lokal. “Anda perlu memiliki kekuatan desentralisasi yang kuat untuk bisa secepat dan sebaik itu, serta excellent in operationally.”

Budaya berbagi juga tampak di inkubator ini. Sebab Samwer menerapkan bahwa mereka menerapkan satu model bisnis yang berhasil di suatu pasar di pasar yang baru. Mereka lalu mengimprovisasi model bisnis itu dengan kebutuhan lokal. Sebagai contoh Zalora di Asia Tenggara, startup yang menyediakan produk fashion dan sepatu, yang merupakan pengembangan dari Zalando di Eropa.

Mereka membawa best practice Zalando di Zalora. Namun mereka juga memberikan sentuhan lokal dengan menyediakan layanan COD (cash-on-delivery) untuk produk yang mereka jual di Zalora. Sebuah metode yang tak disediakan di pasar lain di dunia, seperti dituturkan Hadi. “Distribusi di Indonesia yang paling kompleks dibanding pasar Zalora lainnya,” jelasnya.

Belakangan metode ini pun diterapkan di perusahaan Rocket lainnya. Marc menjelaskan bahwa saat mereka meluncurkan bisnis di pasar internasional, mereka akan berjalan cepat. “Karena menjadi first mover sangat penting di banyak pasar.”Samwer Brothers Besarkan Rocket Internet dari Jerman untuk Kuasai Dunia

Pasar Internasional

Eropa tak cukup luas untuk membendung tiga bersaudara Marc, Oliver, dan Alexander Samwer ini. Mereka ingin menancapkan kuku di seluruh planet. Sebab, bagi mereka pasar masa depan bukanlah pasar di Eropa dan Amerika Serikat, melainkan di negara-negara berkembang.

Strategi yang dilakukan Rocket Internet di pasar internasional adalah menyediakan apa yang dibutuhkan pasar. “Build it fast and efficient. Kalau mereka butuh kartu kredit, buatlah transaksi itu aman. Dalam pasar ini, kepercayaan adalah hal pertama yang harus Anda bangun. Kepercayaan pada brand Anda, pengiriman, operasional,” ujar mereka.

Kecepatan operasional mereka digambarkan Stefan Jung ketika ia model bisnis yang akan dikembangkan di Asia Tenggara. “Hanya perlu tiga minggu dari mulai kami membicarakan ide itu dan meluncurkan layanannya,” jelas Jung seperti dikutip dari TechInAsia. Ini adalah salah satu model bisnis tercepat yang mereka bangun.

Secepat itu membangun, keputusan untuk mematikan layanan pun berlangsung cepat. Hanya perlu empat bulan bagi kantor pusat Rocket Internet di Jerman untuk memutuskan Home24, situs yang menyediakan jual-beli perangkat rumah tangga online di Singapura, ditutup.

“Ketika kami cari tahu ada yang tak beres, pertama kita mencoba memperbaikinya. Namun ketika ini tidak berhasil karena pasar itu punya masalah struktural, kami tarik dari pasar. Kita lakukan ini lebih cepat dari yang dilakukan perusahaan besar. Kami entrepreneur, kami perlu menempatkan keuangan dan talent kami secara efisien,” kilah Marc.

Agresivitas mereka di pasar negara berkembang dipuji sekaligus ditakuti. Dipuji karena agresivitas mereka di pasar negara berkembang sedikit banyak menggerakkan pasar e-commerce di negara itu. Sekaligus ditakuti oleh pemain lokal sebab operasi mereka disokong oleh dana yang sepertinya tak ada habisnya.

 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman