( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

PILIH MANA, MENYEWA ATAU MEMBANGUN DATA CENTER SENDIRI?

Senin, Oktober 19th 2015.
Pilih Mana, Menyewa atau Membangun Data Center Sendiri?

Suasana acara InfoKomputer Tech Gathering yang digelar bersama Multipolar Technology di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis (12/10). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Ada sebuah pertanyaan yang sering hinggap di benak para CIO dan IT Manager dalam isu penyimpanan data-data perusahaan. Mana yang lebih baik antara menyewa data center atau membangun data center sendiri?

Jika kita bertanya pada pakarnya, rupanya setiap pilihan memiliki pertimbangan dan konsekuensi masing-masing.

Pada acara “InfoKomputer Tech Gathering” yang digelar bersama Multipolar Technology di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis (12/10), Richard Kartawijaya (Pendiri dan Sekjen, IDPRO) menekankan bahwa membangun data center bukanlah hal yang mudah.

Secara naluriah, membangun dan memiliki data center sendiri memang terlihat lebih aman. Namun, sebagai konsekuensi, seorang CIO atau IT Manager harus memikirkan berbagai segi pengelolaannya, mulai dari tenaga listrik, pendingin, keamanan bangunan, sampai perlindungan data dari berbagai ancaman siber.

Yang merepotkan, sekarang ini sangat sulit mencari SDM TI yang ahli dan berpengalaman dalam mengurusi data center. Kalaupun ada, mungkin dalam satu atau dua tahun orang tersebut akan pindah ke perusahaan lain.

Hal tersebut pernah dialami oleh Korynsan (IT Manager, White Horse Group). “Namanya orang IT, pasti ingin coba-coba. Awalnya, saya membuat data center sendiri. Tapi, lama kelamaan, susah juga mengurusnya,” kata dia.

Walhasil, Korynsan mencari alternatif lain yaitu menyewa data center milik PT Graha Teknologi Nusantara (GTN). Keputusan ini diambil seiring ekspansi bisnis White Horse Group, perusahaan transportasi papan atas di Indonesia, yang makin cepat di era digital. Mereka pun baru saja meluncurkan aplikasi online booking untuk armada White House yang proses produksinya dilakukan di data center GTN.

Sementara itu, Johan Soegiarto (Head of IT, Matahari Department Store) menjelaskan bahwa perusahaan retail fashion tempatnya bekerja itu sudah memunyai data center sendiri yang diwariskan sejak lama. Untungnya, sampai sekarang ia mengaku masih sanggup mengelola data center yang berlokasi di Lippo Karawaci itu.

Tetapi, pertumbuhan bisnis Matahari yang mencatat rata-rata 150 ribu transaksi setiap hari memaksa Johan untuk meningkatkan jaminan ketersediaan data dan mencegah risiko kehilangan data. Apalagi, sebagai perusahaan terbuka, Matahari disyaratkan memiliki retensi data hingga sepuluh tahun ke belakang.

Dari hitung-hitungan bisnis, sulit bagi Johan untuk menjustifikasi kalau harus menambah data center baru sebagai disaster recovery center (DRC). Atas alasan itulah, Johan menyewa data center GTN untuk difungsikan menjadi DRC dengan model active-passive (DRC hanya dinyalakan kalau data center utama mengalami gangguan).

“Dengan menyewa DRC, saya bisa lebih fokus memikirkan apa yang bisa saya lakukan untuk bisnis perusahaan. Urusan data center, serahkan saja kepada ahlinya,” tukas Johan.

Pilih Mana, Menyewa atau Membangun Data Center Sendiri?

Para pembicara di acara InfoKomputer Tech Gathering bersama Multipolar (ki-ka): Halim Mangunjudo (Director Consulting & Enterprise Delivery Services, PT Multipolar Technology), Korynsan (IT Manager, White Horse Group), Johan Soegiarto (Head of IT, Matahari Dept. Store), Richard Kartawijaya (Sekjen IDPRO), Wisnu Nugroho (Editor in Chief InfoKomputer), dan Miko Yanuar (COO, PT Graha Teknologi Nusantara).

Dijelaskan oleh Miko Yanuar (COO, PT Graha Teknologi Nusantara), ada empat alasan mengapa perusahaan TI di Indonesia sebaiknya memilih solusi data center dari GTN.

Pertama, lokasi bangunan di area komersial Lippo Cikarang yang bebas banjir dan bencana alam. Kedua, fasilitas data center GTN dengan standar kualitas Jepang, pasokan listrik active-active dari dua sumber berbeda, DRUPS N+1. Ketiga, jaminan tujuh lapis keamanan yang dijaga 24/7 dan didesain SECOM. Keempat, operasional berstandar internasional dengan Rated 3 Design dan sertifikasi PCI DSS, ISO 9001, dan ISO 27001.

GTN juga menawarkan portofolio layanan yang lengkap, hasil kerja sama dengan Multipolar Technology, meliputi colocation, managed services, remote hand support, integration, cloud, dan konsultasi T

 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman