( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

DR. ZHANG YA-QIN, PHD: AJAK PENGEMBANG LOKAL BELAJAR DARI TIONGKOK

Senin, Oktober 19th 2015.
Dr. Zhang Ya-Qin, PhD (President, Baidu Inc.) saat mengunjungi Indonesia pada Oktober 2015. [Foto Erry FPInfoKomputer]

Dr. Zhang Ya-Qin, PhD (President, Baidu Inc.) saat mengunjungi Indonesia pada Oktober 2015. [Foto Erry FPInfoKomputer]

Tahukah Anda bahwa dari sepuluh perusahaan internet paling top di dunia, empat di antaranya berasal dari Tiongkok? Mereka adalah Alibaba, JD, Tencent, dan Baidu. Hal ini membuktikan betapa besarnya daya saing pemain asal Negeri Tirai Bambu, mengingat sebagian besar bisnis mereka sebetulnya dilakukan di dalam negeri saja.

“Dulu, pelaku industri internet di Tiongkok meniru AS dari sisi model bisnis dan teknologi. Kami membuat search engine, e-commerce, dan jejaring sosial sendiri. Tapi, setelah lima tahun, perusahaan internet di Tiongkok sudah menemukan peluang baru di bisnis mobile dan layanan O2O (online-to-offline),” papar Dr. Zhang Ya-Qin, PhD (President, Baidu Inc.).

Zhang mencontohkan perusahaan yang ia pimpin saat ini, Baidu. Didirikan pada 15 tahun lalu sebagai pembuat search engine, Baidu telah berevolusi dari perusahaan internet berbasis PC menjadi mobile. Produk andalannya antara lain mesin pencari yang melayani 5 miliar query dan peta digital yang melayani 25 miliar orang. Mereka juga telah menginvestasikan US$3 miliar untuk mengembangkan layanan O2O, seperti jasa kurir/logistik dan pengantaran makanan.

“Visi saya untuk Baidu adalah going mobile, going to [O2O] service, and going global,” sebut Zhang. Untuk mengejar visi menjadi perusahaan global itulah, Baidu mulai mendirikan kantor di luar Tiongkok, yaitu Jepang, Brazil, India, dan–sejak dua tahun lalu–Indonesia.

Investasi di Indonesia

Demi melihat langsung pencapaian yang diraih Baidu di Indonesia selama dua tahun ini, Zhang menyempatkan diri untuk berkunjung ke Jakarta pada pertengahan Oktober silam. Selama dua hari, ia bertemu dengan pemerintah, pembuat kebijakan, venture capital, dan pemimpin industri internet di tanah air.

“Saya melihat pasar di Indonesia sangat dinamis dan menarik; amat mirip dengan pasar di Tiongkok,” kata Zhang. “Saya sempat berdialog dengan Menkominfo tentang pandangan pemerintah terhadap industri TIK, juga mengenai rencana investasi Baidu di Indonesia,” lanjutnya.

Investasi yang ia maksud adalah program “Grow Local, Go Global” yang diluncurkan Baidu Indonesia pada akhir September 2015. Program ini mengajak para pengembang lokal untuk membuat aplikasi-aplikasi yang potensial untuk dipromosikan dan dipasarkan di Tiongkok melalui Mobomarket (toko aplikasi Android milik Baidu). Kegiatan yang termasuk di dalam program ini yaitu penerbitan riset pasar, roadshow dan seminar, mentorship, dan pendanaan.

Dengan penguasaan pasar mobile sampai 80% di Tiongkok, Baidu optimistis bisa membantu pengembang aplikasi asal Indonesia untuk menembus Negeri Tirai Bambu. Salah satu jenis aplikasi yang potensial yakni aplikasi travel, mengingat masih minimnya informasi bagi turis Tiongkok yang ingin berwisata ke Indonesia. Baidu berharap bisa memberi kontribusi dalam mendatangkan 18% atau sekitar 600 ribu dari total turis Tiongkok yang ditargetkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2016.

Peran Pemerintah

Setelah berinteraksi dengan para stakeholder industri internet, Zhang melihat beberapa kemiripan dan juga perbedaan antara kondisi pasar di Indonesia dan Tiongkok. Kemiripan paling jelas dari segi skala, jumlah populasi, dan kepadatan penduduk. Tingkat penetrasi mobile dan consumer spending yang tinggi juga serupa dengan keadaan di Tiongkok beberapa tahun lalu.

“Kondisi di Indonesia mirip dengan Tiongkok di tahun 2008, saat kami giat mempersiapkan Olimpiade,” ujar pria yang pernah bekerja 15 tahun di Microsoft ini. Ia mengimbau peran aktif pemerintah dalam membangun infrastruktur, konektivitas, dan implementasi jaringan 4G. Sangat penting bagi perusahaan internet untuk mendapat akses ke jalur komunikasi yang cepat, andal, dan cost effective.

Di samping itu, pemerintah sebaiknya bersikap terbuka, baik kepada perusahaan multinasional yang ingin membantu ekosistem digital lokal maupun terhadap teknologi baru yang mungkin bersifat disruptif. “Di banyak negara, hukum dan kebijakan terlambat mengikuti inovasi teknologi. Contohnya soal privasi, pajak, keamanan, data center, dan sharing economy. Dalam hal ini, pemerintah Tiongkok lebih mau membuka diri dan tidak banyak mengatur,” tukas Zhang.

Tidak ketinggalan, pemerintah juga mesti berupaya menarik talenta-talenta potensial yang berada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia. Misalnya dengan memberi insentif atau pendanaan untuk membuka bisnis startup di tanah air.

Terakhir, Zhang menyatakan bahwa dalam beberapa hal, Indonesia justru memiliki keuntungan dibandingkan Tiongkok. Contohnya, pengembang di Indonesia bisa langsung bermain di pasar mobile yang hambatannya relatif lebih sedikit daripada PC. Kompetisi di tanah air juga tergolong belum terlalu ketat. “Bayangkan, di Tiongkok, ada 500 penyedia layanan video streaming, lebih banyak daripada di AS,” ungkap pemilik lebih dari 60 hak paten ini.

Begitu banyaknya pemain di pasar yang sama pada akhirnya memicu perang harga dan membuat mereka menghabiskan terlalu banyak modal dan subsidi. Toh, pada akhirnya, hanya segelintir yang mampu bertahan. Sisanya gulung tikar atau memilih konsolidasi (merger) satu sama lain. “Semoga pelaku bisnis internet di Indonesia mampu mengambil jalan yang berbeda,” Zhang berpesan.

 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman