( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

CARA TERADATA MENYULAP DATA MENJADI INFORMASI BERHARGA

Senin, Oktober 19th 2015.
Cara Teradata Menyulap Data Menjadi Informasi Berharga

Ilustrasi data analytics. [Kredit: dma.org.uk]

Ketika musim hujan datang, kebutuhan konsumen akan berbeda jika dibanding musim kemarau.

Banyak konsumen akan membeli jaket untuk menghadapi udara yang lebih dingin. Konsumsi mie instan pun kemungkinan meningkat karena selera makan yang berubah gara-gara faktor cuaca. Dan karena lebih rawan banjir, perilaku pembelian warga di seputar Sunter pun akan berbeda dibanding pembelian warga Jakarta Selatan.

Contoh itu diutarakan Erwin Z. Achir saat menggambarkan pentingnya analisis data. Jika bisa memprediksi kebutuhan dan perilaku konsumen, “Perusahaan harusnya bisa memprediksi inventori apa dan berapa yang tepat di sebuah area,” tambah Erwin. Atau mengutip salah satu petinggi perusahaan telekomunikasi di Indonesia, kampanye yang dilakukan perusahaan harus tepat sasaran. “Jika orang butuh nasi uduk, jangan dikasih ayam goreng,” Erwin menirukan.

Erwin memang orang yang tepat jika berbicara soal data analytics. Bukan saja karena ia telah berpengalaman 33 tahun di dunia IT, namun juga posisinya dalam lima tahun terakhir sebagai President Director Teradata Indonesia.

Cara Teradata Menyulap Data Menjadi Informasi Berharga

Erwin Z. Achir (President Director Teradata Indonesia). [Foto: Abdul Aziz/InfoKomputer]

Jalan Panjang

Agar bisa menghasilkan analisis data berkualitas, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahapan paling mendasar adalah membangun sistem data warehouse yang terintegrasi.

“Karena banyak perusahaan yang mengklaim memiliki data warehouse tapi terpecah-pecah menjadi data warehouse untuk finansial, data warehouse untuk inventori, atau data warehouse untuk HR,” ungkap Erwin mencontohkan. Padahal konsep data warehouse sebenarnya adalah semua data berada dalam satu sistem dan semuanya terintegrasi.

Setelah itu, perusahaan harus mendeteksi tingkat kematangan (maturity) dari data warehouse yang dimiliki. “Apakah baru bisa reporting, atau sudah beranjak ke predicting, atau sudah ke action and activating,” tukas Erwin. Setelah itu, libatkan business user untuk mencari tahu pertanyaan bisnis apa yang tidak terjawab. “Dari sana kita bisa tahu seberapa kaya data yang dimiliki perusahaan,” ujarnya.

Jika memang data perusahaan belum memadai, Teradata akan menyarankan beberapa cara mendapatkan data tambahan. Data bisa dari berbagai sumber, mulai dari business generated data (seperti data customer atau finansial), machine generated data (seperti dari sensor), maupun interaction data (seperti data lokasi). “Saat ini teknologi memungkinkan kita mendapatkan data yang demikian luas,” tambah Erwin.

Dari pengalaman Teradata selama ini, beberapa perusahaan besar di Indonesia sudah berada di level predicting dalam hal data maturity. “Jika saya melakukan ini, kejadiannya apa,” Erwin mencontohkan. Namun jika bicara perusahaan Indonesia secara keseluruhan, tingkat kematangannya kebanyakan masih berada di level reporting. “Jadi baru bisa melaporkan penjualan hari ini, atau gender apa yang membeli produk tertentu,” ucap Erwin.

Bagi perusahaan yang ingin mengimplementasikan solusi data analytics, Erwin menyarankan strategi start small but evolve. “Saya tidak percaya dengan full-blown,” ungkap Erwin. “Full blown hanya akan membuat Anda terkaget-kaget dan seringkali tidak mencapai hasil yang diinginkan,” tambah pria yang hobi wisata kuliner tersebut.

Hal ini tidak lepas dari kebutuhan bisnis masa kini yang berubah cepat, sehingga lebih cocok memulai sesuatu yang kecil namun menjawab permasalahan segera. “Jadi lebih baik tentukan solusi yang kita harus pecahkan hari ini, sambil menentukan target ke depan,” tambah pria yang bercita-cita menjadi dosen setelah pensiun nanti.

Erwin pun menyakini, data adalah salah satu aset terpenting perusahaan saat ini. “Perusahaan yang bisa berhasil di masa depan adalah perusahaan yang bisa memanfaatkan datanya secara maksimal,” tukas Erwin. Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana perusahaan bisa menjadikan data sebagai pusat dari semua strategi bisnisnya.

Berangkat dari Bisnis

Teradata Indonesia adalah anak perusahaan dari Teradata, sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Ohio, AS. Teradata sendiri adalah perusahaan yang menyediakan solusi seputar data warehouse dan data analytics.

“Sejak awal Teradata memang berkecimpung di pasar yang niche tersebut,” jelas Erwin. Namun karena fokus, Teradata memiliki keahlian mendalam soal pengolahan dan analisis data, yang dapat menjelaskan mengapa mereka dipercaya berbagai perusahaan besar di dunia. “Profil klien Teradata di seluruh dunia itu meliputi 95% Top 19 perusahaan telekomunikasi, 90% Top 20 bank, dan 75% Top 20 retail,” ungkap Erwin.

Kepercayaan yang sama pun diperoleh di Indonesia. Ketika mulai resmi beroperasi di tahun 2010, Erwin mengaku tidak memiliki klien sama sekali. Namun kini, jumlah pelanggan Teradata Indonesia berkembang pesat, termasuk berbagai perusahaan besar di Indonesia.

“Beberapa key customer kami adalah Top 2 di industri telekomunikasi, Top 3 di perbankan, dan baru-baru ini mendapat kepercayaan salah satu lembaga negara terbesar di negeri ini,” cerita Erwin. Jumlah pegawai pun kini menjadi 40 orang. “Padahal ketika [Teradata Indonesia] mulai, pegawainya cuma saya dan satu orang sales,” kenang Erwin sambil tertawa kecil.

Erwin pun melihat kini semakin banyak perusahaan Indonesia yang melirik data analytics. “Baru-baru ini kami mengadakan acara khusus untuk retail, dan saya cukup kaget melihat semua perusahaan retail terbesar di Indonesia datang ke acara kami” tambah pria yang memiliki satu orang putri ini.

Hal ini tidak lepas dari dinamika bisnis yang semakin cepat. “Perusahaan retail kini sudah mulai menyadari bisnis mereka tidak bisa lagi mengandalkan volume dengan margin tipis,” ujar Erwin. Dibutuhkan pendekatan baru agar mereka bisa memahami apa yang diinginkan konsumen, dan menganalisis data adalah solusi yang bisa menjawab tantangan itu.

Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi Teradata mengingat tantangan terbesar mereka selama ini adalah mengedukasi pasar. “Sales cycle solusi kami bisa mencapai 12 – 18 bulan,” ungkap Erwin menggambarkan panjangnya proses menyakinkan calon klien.

Tantangan terbesar adalah bagaimana menghitung efek solusi data analytics yang sifatnya intangible menjadi tangible. Beruntung, Teradata kini memiliki banyak case study keberhasilan solusinya yang memudahkan proses perhitungan tersebut. “Sekarang sales cycle-nya bisa 10 bulan,” tambah Erwin.

Cara Teradata Menyulap Data Menjadi Informasi Berharga

“Perusahaan yang bisa berhasil di masa depan adalah perusahaan yang bisa memanfaatkan datanya secara maksimal,” tukas Erwin.

Selain berbicara dengan orang IT, Teradata juga aktif berbicara dengan orang bisnis. “Kami selalu bertanya ke orang bisnis, apa pain terbesar mereka?” kata Erwin. Hal ini tidak lepas dari keyakinan Teradata kalau manfaat terbesar teknologi adalah ketika bisa menjawab pertanyaan bisnis perusahaan. “Jadi solusi kami selalu berangkat dari pertanyaan bisnis apa yang belum bisa terjawab saat ini,” imbuhnya.

Jika di awal perjalanan fokus pada industri telekomunikasi dan perbankan, kini Teradata Indonesia mulai melirik pasar retail. “Pasar industri retail Indonesia itu mencapai US$350 miliar dengan pertumbuhan 14,5%,” ungkap Erwin menggambarkan besarnya potensi pasar retail.

Seiring dibukanya pasar ekonomi ASEAN, persaingan di dalam negeri dipastikan akan semakin sengit. “Apakah perusahaan Indonesia mampu berkompetisi?” tambah Erwin. Itulah sebabnya, pria yang hobi membaca komik Kho Ping Hoo ini melihat saatnya perusahaan retail Indonesia menjadikan analisis data sebagai bagian penting dari bisnis mereka

 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman