TOKOPEDIA VS ALIBABA: KETIKA IDOLA BERUBAH MENJADI RIVAL
Beberapa waktu lalu, pelaku e-commerce terbesar di Cina, Alibaba mengumumkan telah mengakuisisi saham mayoritas Lazada. Walhasil, ekspansi Alibaba ke wilayah Asia Tenggara ini mengundang pertanyaan tentang masa depan e-commerce Indonesia dari berbagai elemen dan menjadi topik yang hangat diperbincangkan di industri teknologi Indonesia.
William Tanuwijaya, co-founder sekaligus CEO Tokopedia, yang selama ini terinspirasi dan menjadikan sang pendiri Alibaba Jack Ma sebagai role model justru melihat ini sebagai sebuah momentum. “Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan, work until your idols become your rivals,” ujar William.
Ia juga menyatakan Tokopedia akhirnya bisa head-to-head compete dengan Alibaba. “Kami di Tokopedia selalu percaya pada akhirnya yang memberikan produk dan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesialah yang akan menjadi pilihan dan ini selalu menjadi fokus utama kami sejak hari pertama mendirikan dan membangun Tokopedia,” ujar William optimis.
William selalu percaya bahwa generasi internet adalah generasi paling beruntung sepanjang masa karena di era ini semua orang termasuk underdog punya kesempatan yang sama dalam menantang status quo, menghadapi segala ketidakmungkinan, bertahan bahkan menjadi pemenang.
Ketika eBay masuk ke China, Jack Ma pernah mengibaratkan eBay seperti hiu di samudra yang luas, sedangkan Alibaba adalah buaya di Sungai YangTze. Jika hiu bertarung dengan buaya di lautan, buaya tentu akan kalah, namun jika di sungai, buaya pasti menang. Williampun menggunakan analogi yang sama dalam menghadapi idola yang berubah menjadi rival. Ia mengibaratkan Tokopedia seperti komodo yang hidup di 17 ribu pulau yang ada di Indonesia.
“Jika bertarung dengan buaya di sungai, komodo berkemungkinan kalah, namun jika pertarungan terjadi di hutan yang ada di atas 17 ribu pulau tersebut, komodo seharusnya memiliki kesempatan yang baik untuk bertahan dan menang,” tutup William.
Menurut Similar Web, Tokopedia kini sudah menjadi situs asal Indonesia yang paling populer bagi netizen Indonesia, mengalahkan Twitter dan Wikipedia. Data AppAnnie juga menunjukkan bahwa aplikasi Tokopedia adalah aplikasi yang paling sering digunakan oleh penggemar jual beli online se-Indonesia.