SURVEI F5 NETWORKS BUKTIKAN PENTINGNYA ADOPSI KOMPUTASI AWAN BAGI BISNIS PERUSAHAAN

Fetra Syahbana
Country Manager, Indonesia, F5 Networks
F5 Networks mengumumkan laporan hasil survei State of Application Delivery 2017. Survei itu menunjukan bahwa penggunaan cloud yang meningkat dengan pesat termasuk perlindungan terhadap WAF (Web Application Firewall), DNSSEC (Domain Name System Security Extensions), dan DDoS (Distributed Denial of Service).
Layanan aplikasi kerap membutuhkan sumber daya tambahan dan adanya pergeseran ke arah metodologi DevOps untuk mewujudkan efisiensi operasional melalui otomatisasi dan sistem yang dapat diprogram. Kebutuhan skalabilitas menggantikan speed to market (kemampuan menghadirkan produk/layanan secepat mungkin di pasar) sebagai pendorong utama penggunaan DevOps.
“Saat ini aplikasi menjadi hal yang sangat penting bagi strategi bisnis di Asia Pasifik. Ketika bisnis yang bertumpu pada layanan-layanan on-demand (on-demand economy) semakin membutuhkan kecepatan dan efisiensi,” kata Emmanuel Bonnassie (Senior Vice President, Asia Pasifik, F5 Networks) di Jakarta, Jumat.
“Studi ini mengungkapkan ada dinamika baru yang muncul karena pergeseran menuju pengalaman pelanggan yang lebih cepat, lebih cerdas dan lebih aman,” ucapnya.
Ada lebih dari 2.000 profesional di bidang IT, jaringan, aplikasi, dan keamanan dari seluruh dunia menyampaikan pendapat mereka terkait topik-topik pengiriman aplikasi (application delivery), mulai dari penggunaan cloud, meningkatnya tantangan keamanan, hingga DevOps, SDN, dan masa depan layanan aplikasi enterprise.
Para responden memiliki peran berbeda, mulai dari pengurus infrastruktur, keamanan IT, pengembangan aplikasi, dan DevOps, hingga jajaran eksekutif. Temuan-temuan utama dari survei ini meliputi:
Tim keamanan terus berkembang hingga tidak mambatasi pada firewall tradisional dan wilayah enterprise lama sebagai respon terhadap para hacker yang semakin mengarahkan serangannya pada aplikasi.
Secara global, layanan-layanan keamanan utama akan mengurangi dampak serangan DDoS (21%), perlindungan DNSSEC (25%), dan layanan Web Application Firewall (20%). Menurut survei F5 ini, perusahaan-perusahaan yang paling yakin dengan kemampuan mereka menahan serangan di level aplikasi—termasuk mereka yang mengidentifikasi diri.
Tahun 2017, saat ini dunia memasuki era multi-cloud dan empat dari lima responden telah mengadopsi hybrid cloud dan hampir sepertiga (32%) responden menyatakan mereka akan membeli solusi IaaS public cloud pada tahun ini yang meningkat drastis dari 25 persen pada 2016.
Jumlah layanan aplikasi itu semakin meningkat. Perusahaan-perusahaan melaporkan saat ini rata-rata memiliki 14 layanan aplikasi yang digunakan dan mereka berencana untuk menggunakan rata-rata 17 layanan aplikasi dalam 12 bulan ke depan.
Skalabilitas dan pengurangan OpEx tetap menjadi dua pendorong utama bagi penggunaan SDN frameworks, dan perusahaan semakin menunjukkan kecenderungan ke arah standardisasi dan ada 39 persen responden hanya akan mengandalkan satu framework pada2017, dibandingkan dengan 2016 yang mencapai 32 persen.