( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

STEVE JOBS, MICHAEL DELL, JACK DORSEY: KISAH MENARIK PARA BOOMERANG CEO

Rabu, November 4th 2015.

“Saya sangat terpukul”.

Itulah pengakuan jujur Steve Jobs ketika ditanya perasaannya saat dipecat Apple di tahun 1985. Namun di balik kisah tragis dipecat dari perusahaan yang ia dirikan, Jobs belakangan mensyukuri hal tersebut. “Pemecatan itu mendorong saya memasuki masa paling kreatif dalam hidup saya” tambah Jobs. Ia kemudian mendirikan NeXT, menciptakan sistem operasi jempolan, yang kemudian dibeli oleh Apple. Setelah itu, Jobs pun kembali menjadi CEO Apple dan kemudian menciptakan sejarah.

Steve Jobs adalah satu dari banyak kisah Boomerang CEO. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan CEO yang pernah mundur dari jabatannya untuk kemudian kembali dipercaya memimpin perusahaan tersebut beberapa tahun kemudian. Jobs tidaklah sendiri. Contoh paling baru dari Boomerang CEO adalah Jack Dorsey yang kembali dipercaya memimpin Twitter setelah sempat hengkang di tahun 2008.

Di satu sisi, mempercayakan kepada mantan CEO membuat proses transisi menjadi lebih mulus. Namun di sisi lain, mantan CEO juga menyimpan potensi hanya bisa memandang masalah terkini menggunakan kacamata lama. Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana kiprah empat perusahaan teknologi ini di bawah kepemimpinan Boomerang CIO.

1. Jack Dorsey (Twitter)

Durasi Absen: 2008-2015

Aktivitas selama Absen: Mendirikan Square

Jack Dorsey (Twitter)

Foto: fastcompany.com

Sejak mengirim tweet pertama bertuliskan “Just setting up my twttr”, Jack Dorsey menjadi bagian tak terpisahkan dari Twitter. Berawal sebagai lead engineer, Dorsey kemudian diangkat menjadi CEO Twitter sejak tahun 2006. Namun perselisihan dengan Evan Williams, pendiri Twitter lainnya, membuat Dorsey hengkang dari Twitter pada tahun 2008.

Namun setelah era Dorsey, Twitter kesulitan mengembangkan bisnisnya. Laju penambahan pengguna menurun, sementara monetisasi konten juga kurang maksimal. Puncaknya adalah ketika Dick Costollo, CEO Twitter, memutuskan untuk mundur. Dorsey pun dipanggil lagi sebagai CEO sementara, meski saat ini ia sebenarnya sudah memiliki perusahaan baru, Square, yang bergerak di bidang pembayaran.

Twitter awalnya enggan mengangkat Dorsey sebagai CEO permanen jika ia masih harus memegang jabatan rangkap. Namun Twitter ternyata kesulitan mencari CEO baru, sehingga akhirnya mengangkat Dorsey sebagai CEO Twitter. Square sendiri saat ini bersiap untuk IPO, sehingga menarik untuk mengikuti bagaimana Dorsey memimpin dua perusahaan yang sedang dalam posisi krusial.

2. Steve Jobs (Apple) 

Durasi Absen: 1985-1997

Aktivitas selama Absen: Mendirikan NeXT

 

 Steve Jobs (Apple)

Foto: financialpost.com

Tidak ada kisah comeback yang lebih dramatis dari Steve Jobs. Adalah Jobs yang membawa John Sculley—kala itu CEO Pepsi-Cola—untuk bergabung ke Apple. Namun perselisihan dengan Sculley jugalah yang membuat Steve Jobs akhirnya memutuskan mundur dari Apple.

Setelah dari Apple, Jobs mendirikan NeXT. Seperti halnya di Apple, Jobs memiliki visi besar mewujudkan komputer tercanggih di jamannya melalui NeXT. NeXT pun muncul dengan produk komputer yang canggih seperti dilengkapi chip grafis dan ethernet. Bahkan Tim Berners-Lee membuat konsep internet menggunakan komputer NeXT.

Meski canggih, NeXT bisa dibilang mendahului jamannya. Penjualannya seret karena harganya yang tinggi. NeXT pun kemudian banting stir dengan menjadi perusahaan software. Kiprah NeXT di industri software ternyata lebih menguntungkan, yang memikat Apple untuk membeli NeXT di tahun 1996.

Steve Jobs pun kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Ia bahkan berhasil membawa Apple keluar dari ancaman kebangkrutan untuk menjadi perusahaan terbesar di dunia saat ini.

3. Larry Page (Google) 

Durasi Absen: 2001-2011

Aktivitas selama Absen: President of Products Google

Larry Page (Google) 

Foto: huffingtonpost.com

Pada Juli 2001, Larry Page, yang kala itu menjabat CEO Google, memutuskan untuk memecat semua (!) project manager. Page menganggap project manager hanya menambah birokrasi yang membuatnya jauh dengan para developer andalan Google. Rencana itu ditentang banyak pihak, namun Page tetap kukuh dengan keputusan tersebut dan mengumumkannya di depan seluruh karyawan Google.

Keputusan nekat Page itu ternyata menimbulkan masalah. Koordinasi antar developer menjadi berantakan, pengembangan produk pun jadi terhambat. Rentetan peristiwa itu pun menunjukkan Page sebenarnya belum siap menjadi pemimpin Google. Akhirnya pada tahun Agustus 2001, atas desakan penyokong modal Google, Page pun memutuskan mundur dan menunjuk Eric Schmidt (sebelumnya chairman) sebagai CEO. Selain memimpin Google, Schmidt sekaligus diposisikan mentor untuk Page dan Sergey Brin bagaimana cara memimpin.

Mundur dari posisi CEO, Page pun memiliki banyak waktu untuk memenuhi ketertarikan pribadinya. Ia membuat robot Lego yang bisa membalik halaman buku sendiri. Ia berkendara dan memotret pemandangan sepanjang jalan. Dua kegiatan itu pun akhirnya menjadi proyek Google di luar mesin pencari, yaitu Google Books dan Google Street.

Tahun 2011, Page kembali menjadi CEO Google. Berbekal 10 tahun di bawah bimbingan Schmidt, Page pun menjadi pribadi dan pemimpin yang lebih matang. Page pun kini memiliki kesempatan menjadikan Google sesuai mimpinya: perusahaan yang membantu peradaban manusia. Itulah yang menjelaskan mengapa ia kemudian membentuk perusahaan baru, Alphabet, yang membawahi Google dan proyek ambisius lainnya.

5.Michael Dell (Dell)

Durasi Absen: 2004-2007

Aktivitas Selama Absen: Chairman Dell

Michael Dell (Dell)

Foto: Wikimedia

Dari sebuah kamar asrama di University of Texas, Michael Dell membangun kerajaan bisnisnya. Ia merakit komputer sendiri dan menjualnya ke pelanggan. Ia bahkan berhasil memenangkan tender pemerintahan Texas karena berhasil menawarkan harga yang paling kompetitif.

Bisnis Dell terus berkembang sampai akhirnya pada tahun 1992, Michael yang kala itu berusia 27 tahun, menjadi CEO termuda dalam daftar Fortune 500. Pencapaian Michael semakin terukir setelah pada kuartal pertama tahun 2001, Dell mengalahkan Compaq dan resmi menjadi pemimpin PC nomor satu di dunia.

Tahun 2004, Michael memutuskan untuk mundur sebagai CEO dan menyerahkan tampuk kepemimpinan ke tangan Kevin Rollins yang sebelumnya menjabat sebagai COO. Namun di bawah kepemimpinan Kevin, Dell harus mengalami kenyatan pasar PC yang terus turun. Dell pun belum mampu menembus pasar enterprise yang dikuasai HP dan IBM. Semua faktor berujung pada kembalinya Michael sebagai CEO Dell di tahun 2007.

Gebrakan pertama yang dilakukan Michael setelah kembali menjadi CEO adalah menjadikan Dell sebagai perusahaan privat lagi. Michael berargumen, Dell sebagai perusahaan privat akan memiliki keleluasaan bereksperimen; sesuatu yang sulit dilakukan saat menjadi perusahaan publik. Namun gebrakan terbesar Michael tentu saja yang baru saja terjadi: membeli EMC seharga US$67 milyar. Lewat pembelian terbesar sepanjang sejarah, Michael seperti ingin menegaskan kalau Dell siap menjadi yang terdepan.

 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman