( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

PRIORITASKAN INDONESIA, CLOUDERA SIAPKAN CAP

Senin, Oktober 19th 2015.
PRIORITASKAN INDONESIA, CLOUDERA SIAPKAN CAP

ki-ka: Joseph Lee (Managing Director ASEAN & India, Cloudera) berfoto bersama Fred Groen (Country Manager Cloudera Indonesia) usai menjelaskan tentang Cloudera di Jakarta (15/3/2016)

JAKARTA, PCplus – Di mata banyak negara dan vendor, Indonesia kini terlihat sangat seksi. Jumlah penduduknya yang banyak, sekitar 240 juta, adalah magnet utama. Apalagi mayoritas berusia muda.

Di mata Cloudera, Indonesia juga sangat menarik. Fred Groen (Country Manager for Cloudera Indonesia) dalam jumpa pers di Jakarta (15/3/2016), bahkan langsung menyebutkan Indonesia sebagai negara prioritas pertama di kawasan Asean.

Mengapa ya Cloudera menganggap Indonesia perlu diutamakan? Ada tiga alasan yang diungkap Groen. Pertama, tahun 2020 nanti negara kita diperkirakan akan memiliki 30 juta rumah tangga dengan penghasilan US$ 10 ribu. Kedua, di tahun 2030 nanti 70% warga Indonesia memasuki usia bekerja. Ketiga, pada tahun 2015 basis pengguna Internet di negara kita sudah berjumlah 110 juta.

Semua ini diterjemahkan Cloudera sebagai pasar yang sangat potensial dan besar. Namun platform database management & analytics distro Hadoop ini juga akan berinvestasi dalam mengembangkan ekosistem data scientist di Indonesia. Wujudnya adalah proyek CAP (Cloudera Academic Partnership).

Apa itu CAP? CAP adalah program bantuan kepada para mahasiswa ilmu komputer agar mereka bisa mengakses software Apache Hadoop, pelatihan dan tool secara cuma-cuma.Ini agar kelak mereka siap berkarier di Big Data, menjadi data scientist – sebuah profesi yang kini banyak dicari dan bergaji besar di luar negeri.

“Agar mereka punya kemampuan untuk Big Data secara global. Jadi bentuk skillset untuk industri,” terang Joseph Lee ((Managing Director ASEAN & India, Cloudera). Saat ini, ungkap Lee, pihaknya sedang menjajaki kerjasama dengan beberapa universitas di Jakarta dan Bandung. Harapannya, pihak universitas bisa memasukkan Cloudera sebagai bagian dari kurikulum pendidikan, seperti yang dilakukan perusahaan analitik SAS di sejumlah universitas di tanah air.

O ya, CAP tidaklah eksklusif untuk negara kita kok. Menurut Lee, CAP sudah diluncurkan di sekitar 1000 universitas. “Pertama kali di Temasek, Singapura. Kami juga akan fokus di universitas di Indonesia,” janjinya.

Cloudera, tutur Groen, juga berniat mencana mendirikan perusahaan berbadan hukum (PT) tahun ini juga. Sementara dalam waktu dekat, 6 April, Cloudera akan melakukan edukasi ke pihak non-universitas di Jakarta melalui Cloudera Session.

Produk terbaru

Cek resi

Pengiriman