( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

MENGAPA INVESTOR JEPANG BANYAK MENDANAI STARTUP DI INDONESIA?

Senin, Oktober 19th 2015.
Teddy Himler, Teruhide Sato, dan Steven Vanada menjelaskan alasan investor Jepang mengucurkan dana kepada startup Indonesia di panggung Tech in Asia Jakarta 2015, November lalu.

Teddy Himler, Teruhide Sato, dan Steven Vanada menjelaskan alasan investor Jepang mengucurkan dana kepada startup Indonesia di panggung Tech in Asia Jakarta 2015, November lalu.

Di saat industri startup di Indonesia mulai tumbuh dan berkembang sekitar tahun 2010 – 2011, venture capitalist (VC) yang bersedia membantu pendanaan masih sangat sedikit jumlahnya. Seluruhnya berasal dari luar Indonesia, khususnya negara Jepang.

Teruhide Sato (Founder, Beenext) adalah salah satu investor yang menyaksikan geliat bisnis digital di tanah air sejak dini. Beenos, pemodal ventura yang ia dirikan sebelum Beenext, adalah salah satu investor pertama di Tokopedia. Sedari awal, Teru meyakini bahwa Indonesia akan bisa menjadi raksasa digital selanjutnya setelah Tiongkok. Jumlah populasi yang besar, didominasi oleh generasi muda, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi yang baik menjadi faktor utama di balik optimisme tersebut.

Menurut Teru, kerja sama bisnis antara Jepang dan Indonesia sebetulnya sudah berlangsung selama puluhan tahun. Penanaman modal di industri garmen, elektronik, dan otomotif adalah contohnya. Oleh karena itu, wajar jika bisnis digital menjadi sasaran selanjutnya.

Sementara itu, Teddy Himler (Vice President, SoftBank China & India Holdings) mengungkapkan bahwa para investor Jepang melihat pasar Indonesia bagaikan “mesin waktu”. Mereka dapat membawa model bisnis yang terbukti sukses di negara maju, seperti Jepang dan Amerika Serikat, untuk direplikasi di Indonesia–tentu dengan beberapa modifikasi sesuai kondisi lokal. “Kami seperti datang dari masa depan naik DeLorean,” tukasnya sambil memberi analogi film Back to the Future.

Bagi Teddy, Indonesia masih memiliki banyak problematika besar dan unik yang dapat dicarikan solusinya dengan bantuan teknologi. Contohnya dalam hal pembayaran elektronik, jasa logistik (pengantaran barang), serta kemacetan dan kepadatan lalu lintas. Inilah yang membuat Indonesia dipandang sebagai pasar yang unik.

Steven Vanada (Vice President, CyberAgent Ventures) menyetujui pendapat tersebut. “Jepang sudah menjadi pasar yang dewasa. Teknologi digunakan hanya untuk menggantikan layanan yang telah ada. Sedangkan di Indonesia, masih banyak masalah yang bisa dipecahkan, seperti kesehatan, edukasi, dan mobile apps, sehingga startup belum perlu menyasar niche market,” ucapnya.

Bila diperhatikan, ketiga investor tersebut (Beenos, SoftBank, dan CyberAgent Ventures) memunyai persamaan: pernah berinvestasi di Tokopedia. Alasan apa yang membuat mereka berani mempertaruhkan uang mereka di situs marketplace ini?

Steven menjawab bahwa di pasar jual beli online di mana pun, model bisnis marketplace paling potensial untuk digarap startup. Kisah suksesnya adalah Alibaba dengan Taobao-nya di Tiongkok. Berbeda halnya dengan model bisnis online retail yang lebih mungkin akan dikuasai pemain dengan modal besar.

Respons senada juga dilontarkan Teruhide. Ia menyebutkan sebuah pameo di dunia e-commerce, “marketplace is always the king, payment is the queen”. Model marketplace dipandangnya dapat mendorong pertumbuhan bisnis UKM dan membawa kesejahteraan lebih besar bagi masyarakat luas. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa 99% unit usaha di Indonesia berasal dari sektor UKM, sedangkan kontribusi UKM terhadap PDB Indonesia sebesar 57,9% dan menyerap 97,2% tenaga kerja.

“Tokopedia mengerti local market dengan sangat baik dan mampu menghimpun barisan merchant yang solid dari sektor UKM. Dengan demikian, sulit bagi pemain asing untuk masuk dan meyakinkan merchant lokal ini untuk pindah ke Taobao, misalnya,” Teddy menambahkan.

Selain meyakini model bisnis yang diusung Tokopedia, baik Steven, Teruhide, maupun Teddy juga memberi apresiasi yang tinggi terhadap dua pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Mereka dipandang berdedikasi dalam menyampaikan misi untuk membantu Indonesia lebih baik dengan bantuan internet. “Itu pesan yang sangat kuat dan sanggup mengundang 30 ribu lamaran pekerjaan per bulan,” tukas Teddy.

 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman