( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

KONFLIK FBI VS APPLE: INILAH PENJELASANNYA

Senin, Oktober 19th 2015.

Konflik FBI vs Apple Inilah PenjelasannyaApple menghadapi tuntutan hukum untuk membantu FBI dalam kasus terorisme. Konflik ini menegaskan kembali tarik-menarik kepentingan antara security vs privacy. Inilah penjelasan kasusnya.

Apa sesungguhnya yang diperdebatkan?

Pada kasus terorisme di Bernandino (California) yang menewaskan 14 orang, polisi menemukan sebuah iPhone 5c milik pelaku. Namun iPhone tersebut dilindungi dengan passcode yang membuat FBI tidak bisa mengetahui isi iPhone tersebut. FBI lalu meminta Apple membantu membuka passcode tersebut dengan cara membuat iOS versi khusus yang bisa melewati fitur tersebut. Apple menolak permintaan FBI, sehingga kasus tersebut kemudian akan diputuskan oleh pengadilan.

Apakah Apple memiliki iOS versi khusus itu?

Sampai hari ini, tidak. Apple bisa membuat iOS versi khusus itu, namun Tim Cook dengan gamblang menolak membuatnya. Ia beranggapan membuat tools seperti itu adalah sebuah “pengkhianatan” atas kepercayaan konsumen yang telah memilih menggunakan iPhone.

Apple pun sebenarnya sudah bersikap kooperatif dengan membuka akses FBI ke akun iCloud pelaku penembakan Bernandino. Namun FBI tetap ngotot untuk bisa membuka passcode tersebut untuk melihat file yang mungkin bisa membantu penyelidikan.

Mengapa Apple kok menolak? Kan permintaan tersebut untuk membantu kasus terorisme?

Dalam rilis resminya, Apple mengungkapkan keseriusan membantu FBI dalam kasus ini. Namun Apple menganggap, membuat tools semacam itu akan membuka celah keamanan bagi semua pengguna iPhone. “Sekali dibuat, teknik ini dapat digunakan secara terus-menerus” ungkap Tim Cook.

Apple juga menganggap, permintaan FBI itu lebih bertujuan sebagai preseden hukum. Jika keputusan pengadilan memutuskan Apple harus menuruti kemauan FBI, di kemudian hari permintaan yang sama harus dituruti Apple atau perusahaan teknologi lain. Dalam konteks yang lebih luas, pemerintahan negara lain dapat meminta hal yang sama.

FBI pasti punya alat canggih, mengapa tidak bisa membuka passcode iPhone tersebut?

Masalahnya adalah iPhone tersebut menggunakan iOS 9. Sejak iOS 8, atau sejak bocornya kasus Wikileaks, Apple begitu serius meningkatkan keamanan dan privacy perangkat iPhone. Ketika iPhone dilindungi passcode, seluruh data di dalamnya akan dienkripsi dan mustahil dibaca. Ketika pengguna salah memasukkan passcode, iPhone akan sengaja membuat jeda sebelum pengguna memasukkan passcode berikutnya. Bahkan setelah 10 kali percobaan yang gagal, data di dalam iPhone akan terhapus.

Ketatnya pengamanan itulah yang membuat FBI kesulitan menembus iPhone tersebut.

Data apa sebenarnya yang dicari FBI di iPhone tersebut?

Sebenarnya FBI juga tidak yakin apakah ada ada penting di iPhone tersebut. Dari data iCloud pelaku, terungkap kalau fasilitas auto-backup iPhone tersebut dinonaktifkan sejak 19 Oktober 2015 atau tujuh minggu sebelum aksi terorisme tersebut. Informasi di dalam iPhone tersebut mungkin bisa menjelaskan apa yang terjadi di selang waktu tersebut, namun mungkin juga tidak.

Bagaimana sikap publik AS terkait hal ini?

Dua hasil survei menunjukkan hasil berbeda. Survei Pew menunjukkan 51% memihak FBI, sementara survei Reuters menunjukkan 46% setuju dengan sikap Apple dan hanya 35% yang berpihak ke FBI.

Sedangkan perusahaan teknologi lebih condong memihak Apple. “Kami selalu memberikan akses kepada aparat keamanan selama ada dasar hukum yang kuat” ungkap Sundar Pichai (CEO Google) dalam sebuah tweet. “Namun membantu aparat hacking perangkat dan data pengguna adalah hal yang sama sekali berbeda” tambah Pichai.

“Saya bersimpati dengan Apple dan saya percaya enkripsi adalah sebuah fitur penting” ungkap Mark Zuckberberg. Namun Mark juga menegaskan komitmen Facebook untuk membantu pihak berwenang dalam kasus seputar terorisme.

Dengan kata lain, kasus ini memang problematis karena mengusung dua kepentingan yang sama kuat. Di satu sisi, penyelidikan mendalam pihak berwenang sering kali membutuhkan akses lebih dalam ke ruang pribadi warga. Namun di sisi lain, warga pun seharusnya memiliki ruang privasi yang tidak boleh dimasuki seenaknya oleh pemerintah.

Kasus FBI vs Apple sendiri akan diputuskan pengadilan pada Maret 2016 nanti. Kita tunggu saja pihak mana yang dimenangkan.

 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman