( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

INILAH ALASAN INDONESIA HARUS SEGERA PUNYA BADAN SIBER NASIONAL

Senin, Oktober 19th 2015.

Kemkominfo Akan Rekrut Tentara Siber Indonesia, Siapa Berminat?Ancaman dan perang siber sudah sangat mengkhawatirkan bahkan negara sebesar Amerika Serikat (AS) bisa kecolongan oleh peretas-peretas asal Rusia yang membobol surat elektronik partai Demokrat dan data-data pengguna Yahoo pada 2014.

Belum serangan yang mengatasnamakan individu dan kelompok yang mengincar perbankan dan infrastruktur pentingnya lainnya seperti rumah sakit, pembangkit listrik tenaga nuklir, airport dan dll.

Oleg Abdurashitov (Head of Public Affairs, Kaspersky Lab APAC) mengatakan Indonesia harus segera memiliki satu Badan Siber Nasional yang bertanggung jawab tentang keamanan siber negara dan menangkal ancaman-ancaman siber yang datang. Bahkan, negara-negara tetangga Indonesia seperti Singapura, Malaysia, Filipina sudah memiliki badan sibernya sendiri

“Ancaman dan kejahatan sangat serius dan nyata. Indonesia memerlukan satu Badan Siber Nasional (BSN) untuk mengatasi segala ancaman siber karena para peretas dan penjahat sedang mengincar pasar Asia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat,” katanya di Jakarta, Kamis (23/3).

Setelah BSN terbentuk, kata Oleg pemerintah harus merumuskan strategi dengan cara mempelajari permasalahan dan kebutuhan keamanan siber di Indonesia, mengingat strategi di setiap negara berbeda.

Misal, badan siber Australia lebih memprioritaskan merektruk pakar IT lokal untuk menjadi karyawannya berarti Australia lebih fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terlebih dahulu. Sedangkan, badan siber India langsung bertugas menjaga infrastruktur yang penting.

“Setelah BSN terbentuk, langsung dicari strateginya seperti apa sehingga jelas ancaman, kebutuhan dan solusinya. Kemudian, baru meningkatkan SDM-nya,” ucapnya.

Dony Koesmandarin (Territory Channel Manager Indonesia, Kaspersky LAB SEA) mengatakan sebaiknya BSN menjadi menjadi satu wadah dan penggabungan dari berbagai divisi badan siber.

“Kalau sekarang, kepolisian punya divisi siber sendiri. Kemkoinfo juga punya divisi siber sendiri da Kemenhan pun demikian. Sebaiknya digabungkan jadi satu sehingga konsolidasinya lebih mudah,” tuturnya.

Jumlah insiden siber yang mempengaruhi fasilitas industri dan objek infrastruktur terus meningkat. Pada Mei 2016, ransomware menyerang utilitas listrik dan air di Lansing, Michigan, yang mengakibatkan kerugian sekitar US$2 juta.

Pemerintah atau kementerian/lembaga terkait bisa bekerjasama dengan pemilik infrastruktur kritis, pengelola dan operator serta para pakar dan praktisi siber untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam emperkuat keamanan dan ketahanan infrastruktur kritis nasional.

3 Strategi Tata Kelola

Oleh mengungkapkan ada tiga jenis strategi utama dari tata kelola keamanan siber.

Pertama, Otoritas sebagai penanggung jawab utama. Strategi ini menunjuk sebuah kementerian atau lembaga negara yang khusus bertanggung jawab untuk menangani permasalahan keamanan siber. Kementerian/Lembaga Pemerintah yang lainnya dapat berkonsultasi dengan otoritas tersebut atau berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakannya, tetapi mereka tidak dapat campur tangan dalam proses regulasi.

Kedua, otoritas koordinator yang membawahi beberapa kementerian/lembaga. Di beberapa Negara, perlindungan terhadap infrastruktur kritis nasional berada di bawah pimpinan otoritas yang mengepalai beberapa kementerian/lembaga negara atau komite. Kementerian/lembaga negara yang berkolaborasi ini biasanya memainkan peran sebagai Badan koordinasi.

Ketiga, Otoritas Subsider. Dalam beberapa kasus, negara memilih untuk mengikuti “doctrine of subsidiarity”. Ini berarti memberikan tanggung jawab secara penuh kepada pemilik infrastruktur kritis nasional, seperti yang diterapkan di Irlandia. Tidak ada otoritas yang ditunjuk oleh negara yang bertanggung jawab memberikan perlindungan bagi infrastruktur kritis di Irlandia.

“Kami sadari perlindungan infrastruktur kritis nasional melibatkan tata kelola otoritas, tanggung jawab, dan peraturan yang berlapis. Kami berharap dengan berbagi wawasan mengenai pendekatan-pendekatan tata kelola keamanan siber, Indonesia bisa membangun kesiapsiagaan nasional guna menghadapi berbagai ancaman di dunia siber yang kini makin nyata,” tutupnya.


 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman