( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

INFOKOMPUTER CIO STORAGE SUMMIT: MENINGKATKAN KINERJA BISNIS BERBASIS ANALISIS DATA

Senin, Oktober 19th 2015.

InfoKomputer CIO Storage Summit: Meningkatkan Kinerja Bisnis Berbasis Analisis DataPerusahaan masa kini telah menyadari pentingnya memanfaatkan data demi memajukan bisnisnya. Namun ada beragam cara berbeda untuk melakukannya. Hal ini terlihat pada InfoKomputer CIO Storage Summit yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pada acara yang merupakan bagian dari InfoKomputer CIO Forum dan mengambil tema “Accelerating Data Driven Business” itu, berbagai perusahaan yang turut serta telah menggunakan data untuk menunjang bisnisnya, hanya saja caranya berbeda-beda.

Kondisi perusahaan yang tak sama sedikit banyak mempengaruhi tindakan yang dilakukan perusahaan dalam mengakselerasi pemanfaatan data tersebut. Perusahaan yang lahir di era digital ini tentu berbeda pendekatannya dengan perusahaan yang telah hadir sejak dulu. Begitu pula dengan industri yang berbeda.

GO-JEK, yang merupakan salah satu penelis bersama MatahariMall.com, Bank Mandiri, SaveMax, dan Hewlett Packard Enterprise, misalnya memiliki pengalaman tersendiri dalam memanfaatkan data yang berujung pada inovasi.

Yang kala itu mendasari GO-JEK melakukan inovasi adalah keinginan untuk mengatasi masalah skalabilitas. Di awal meluncurkan GO-RIDE, sistem GO-JEK tidak mampu menangani banyaknya pesanan yang ada sehingga sempat down. GO-JEK pun harus melakukan inovasi. Juga dari pengalaman, terdapat beragam hal yang memancing dilakukannya inovasi, seperti untuk menambah jumlah konsumen, menambah layanan baru, maupun mengatasi kompetisi.

Ada tiga langkah yang sebaiknya diikuti dalam melakukan inovasi, yakni berdasarkan data, membuat roadmap sendiri, dan melakukan validasi. Yang unik di GO-JEK roadmap-nya hanya sampai rilis berikutnya.

“Itulah budaya yang kami miliki di GO-JEK, yakni, Anda tahu, kami hanya fokus pada rilis berikutnya, sungguh. Dan kemudian, maksimal, kemungkinan sebuah rilis sesudahnya. Kami tidak memiliki sebuah roadmap enam bulan, satu tahun,” ujar Rama Notowidigdo (Chief of Products, GO-JEK Indonesia).

Budaya Terlebih Dahulu

Meski MatahariMall.com adalah e-commerce yang lahir di era digital ini, namun ia berada di bawah Lippo Group yang hadir sejak lama dan memiliki para pemimipin dengan intuisi yang bagus. Oleh karena itu, langkah awal dalam mengakselerasi pemanfaatan data untuk memajukan bisnis adalah dengan menghadirkan budaya berdasarkan data terlebih dahulu. Namun, hal ini bukan berarti intuisi sama sekali ditinggalkan. Intusi dan data digunakan secara bersama untuk saling mendukung.

Data driven culture tersebut disuntikkan oleh MatahariMall.com secara top to bottom, dicontohkan lebih dulu oleh para pemimpin dan diharapkan akhirnya diikuti oleh seluruh pihak. Kini di MatahariMall.com tidak ada lagi kebiasaan untuk selalu mengikuti pendapat orang dengan bayaran tertinggi di ruangan ketika hendak menetapkan suatu keputusan bisnis. Hasilnya? Pertumbuhan dua digit.

“Ketika ada meeting misalnya, jadi meskipun saya sebagai CTO, saya bisa meng-enforce decision, tapi bawahan saya juga bisa challenge saya, decision saya apakah sudah benar atau tidak. Jadi pada dasarnya, setiap orang butuh data untuk mendukung pendapat mereka sendiri,” jelas Komang Arthayasa (Chief Technology Officer, MatahariMall.com).

Sementara, SaveMax fokus pada efisiensi di infrastruktur TI-nya. SaveMax mencontohkan penggunaan application portal. Dengan application portal dan bukannya aplikasi yang terpasang secara tradisional di PC desktop, bila hendak melakukan upgrade terhadap aplikasi yang digunakan, cukup dilakukan di server.

“Jadi pada end user kami, tidak akan ada lagi PC atau desktop tradisional. Semua data akan bermukim di data center. Jadi inilah startegi kami untuk meletakkan data management di perusahaan kami,” kata Dedy Iskandar (Head of IT Infrastructure, SaveMax).

Tentunya tidak hanya masalah efisiensi yang dilakukan oleh SaveMax. Wholesaler ini juga menggunakan planogram yang memanfaatkan aneka data dalam menentukan posisi berbagai produk yang ditawarkan saat dipajang di tokonya. Tujuannya tentu saja agar penjualan menjadi lebih efektif.

Konvergensi

Berbeda dengan perusahaan yang lahir di era digital semacam GO-JEK yang sudah sangat memanfaatkan aneka teknologi digital, perbankkan baru bangkit dalam dua tahun terakhir ini untuk memanfaatkan berbagai teknologi digital.

“Dalam mengejar bisnis digital atau dalam era digital saat ini ini, memang challenge-nya luar biasa. Kita jauh ketinggalan dengan financial technology,” sebut Mohammad Guntur (Senior Vice President, Enterprise Data Management Group, Bank Mandiri). Oleh karena itu, saat ini fokus Bank Mandiri pada sisi teknologi, lebih kepada kesiapan untuk mendukung bisnis digital tersebut.

Data management yang ada sekarang lebih ditujukan untuk pelaporan ke regulator dan MIS. Pada sumber data misalnya, belum mengakomodasi unstructured data seperti media sosial. Begitu pula berbagai masalah lain seperti terdapatnya aneka silo data mart dan belum menyeluruhnya data governance. Di masa depan, melalui Enterprise Data Management-nya, Bank Mandiri akan mengubah data management-nya itu agar berbagai masalah yang ada tadi bisa diatasi.

Telah digunakannya data pada berbagai perusahaan ini menunjukkan bahwa perusahaan kini sudah menyadari pentingnya data dalam strategi bisnisnya. Hewlett Packard Enterprise pun melihat bahwa perusahaan masa sekarang, seperti Bank Mandiri, mulai melakukan konvergensi terhadap data dari berbagai departemen yang dimiliki. Tujuannya untuk mendapatkan pengaruh terhadap bisnis yang lebih signifikan. Tidak lagi data departemen yang satu hanya tersedia dan dimengerti oleh departemen bersangkutan.

“Data itu selalu ada di sana dan data tersebut akan selalu terus menerus berada di sana, tetapi bagaimana organisasi mulai untuk me-leverage, itulah yang apa sebenarnya berubah, dan Anda perlu untuk membangun semacam model cross competencies ini yang berjalan across setiap orang di dalam organisasi,” ucap Jean Paul Bovaird (Chief Technology Officer, Storage Division, South East Asia, Taiwan & Hong Kong, Hewlett Packard Enterprise).

Selain itu, perusahaan juga harus mengerti gap yang ada antara posisi perusahaan saat ini dengan posisi yang diinginkan di masa depan sebagai data driven organization, serta mengambil keputusan yang realistis dalam perjalanan mencapai tujuan tersebut.

 

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPerumahan Syariah Ummi Residence
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 29.900 39.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode27670 - Optimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Nama BarangOptimals Oxygen Boost Face Blotting Tissues
Harga Rp 29.900 39.000
Anda HematRp 9.100 (23.33%)
Lihat Detail
Rp 139.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode30348 - Optimals Even Out Face Lotion SPF 30
Nama BarangOptimals Even Out Face Lotion SPF 30
Harga Rp 139.000 198.000
Anda HematRp 59.000 (29.80%)
Lihat Detail
Rp 195.000 198.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals White Skin Youth
Nama BarangOptimals White Skin Youth
Harga Rp 195.000 198.000
Anda HematRp 3.000 (1.52%)
Lihat Detail
Rp 145.000 169.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Body
Nama BarangOptimals Body
Harga Rp 145.000 169.000
Anda HematRp 24.000 (14.20%)
Lihat Detail
Rp 129.000 179.000
Order Sekarang » SMS : 087875741110
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Nama BarangOptimals Even Out CC Face Cream SPF 20
Harga Rp 129.000 179.000
Anda HematRp 50.000 (27.93%)
Lihat Detail

Cek resi

Pengiriman